Saya Cassia Divina Lierzha Malsya lahir di Medan, 15 Juni 1993. Paling tertarik sama yang namanya komik dan novel :) Dan sekarang saya kuliah di Universitas Sumatera Utara sebagai mahasiswi Fakultas Psikologi stambuk 2010. Okee kayaknya cukup sekian dulu perkenalan dari saya :))
Selasa, 15 Februari 2011
Tugas Kelompok 1
Anggota kelompok:
Manfaat memiliki e-mail dan blog bagi mahasiswa psikologi pendidikan 2010 yang berhubungan dengan fenomena pendidikan yang ada di Indonesia khususnya di Medan
Di era globalisasi ini dimana teknologi sangat berkembang pesat bayangkan saja, setiap detik muncul teknologi baru.Teknologi juga merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam pendidikan .Dengan penggunaan teknologi di Pendidikan akan mempercepat berkembangnya pengetahuan.Oleh karena itu email dan blog sangat penting dalam perkuliahan. Kita tidak bisa memungkiri betapa pentingnya teknologi pada era globalisasi ini. Dan mungkin salah satu dampak positif dari perkembangan teknologi yang sedang berkembang pesat adalah penggunaan email dan blog dalam masa perkuliahan. Dengan email, kita bisa mempermudah dalam hal sharing soal kuliah, tugas, atau bahkan sampai bertukar materi perkuliahan. Dan soal blog, melalui blog kita dapat mengekspresikan apapun didalamnya, tapi tentu saja haruslah sesuatu yang mempunyai nilai dan manfaat positif. Tetapi di balik itu semua, melalui blog kita dapat menulis tentang ilmu yang telah kita dapatkan saat kuliah tengah berlangsung. Dengan begitu ilmu yang telah kita dapatkan akan lebih melekat di dalam memori kita, sebab kita akan mengulang membahas materi kuliah tersebut dengan menuliskannya kembali di dalam blog kita. Manfaat lainnya dengan menggunakan email dan blog, kita dapat ikut mencegah global warming. Sebab dengan menggunakan email dan blog maka akan meminimalisir penggunaan dari kertas. Dengan begitu kita tidak perlu menebang lebih banyak pohon lagi. Melalui blog kita juga dapat mengekspresikan kreatifitas kita dengan menghias blog kita tersebut. Selain itu dengan memiliki email dan blog akan membuat kita lebih memahami teknologi,Bayangkan saja jika kita diberi tugas untuk mewawancarai siswa sma, sedangan kita tidak mengerti teknologi yang dipakai siswa sma bagaimana kita dapat meneliti mereka.
Tapi bukan berarti email dan blog tidak memiliki efek negatif. Dari email dan blog, seseorang dapat lebih mudah untuk mengcopypaste sebuah tugas. Ini akan membuat seseorang menjadi malas dalam menyelesaikan tugasnya, tapi itu semua kembali lagi ke diri kita masing-masing. Tetapi secara keseluruhan, email dan blog sangatbermanfaat bagi perkuliahan di masa kini.
Senin, 14 Februari 2011
Teknologi Masa Kini
Kehidupan kita sekarang ini sudah sulit untuk terlepas dari yang namanya teknologi. Tetapi yang palin penting kita harus tahu terlebih dahulu apa itu teknologi? Dan apakah teknologi tersebut penting? Berikut uraiannya..
Apa itu teknologi? Teknologi terbagi dua yaitu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Istilah teknologi informasi mulai populer di akhir dekade 70-an. Sebelumnya teknologi informasi dikenal dengan teknologi komputer atau pengolahan data elektronik atau EDP (Electronic Data Processing). Secara umum, teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis, micro komputer, komputer mainframe, pembaca barcode, perangkat lunak pemproses transaksi, perangkat lunak lembar kerja (worksheet) dan peralatan komunikasi dan jaringan merupakan contoh teknologi informasi (Lucas, 2000).
Sedangkan teknologi komunikasi adalah perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses dan sistem, yang digunakan untuk membantu proses komunikasi, yang bertujuan agar komunikasi berhasil (komunikatif).
Sekilas kita sudah mengetahui pengertian dari teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Lantas bagaimanakah peran teknologi tersebut di masa sekarang ini? Sekarang kehidupan sudah sulit untuk terlepas dari yang namanya teknologi. Apakah ada dampak positif dan dampak negatif dari teknologi tersebut?
Beberapa adalah dampak positif dari teknologi:
1.Bidang Pendidikan
Dengan adanya komputer mempermudah bagi pegawai administrasi sekolah untuk membuat kurikulum pengajaran , jadwal pelajaran sekolah, membuat daftar nama siswa , membuat daftar nilai siswa , membuat absen siswa , membuat perhitungan gaji pegawai dan membuat perencanaan pengajaran bagi guru-guru sekolah.
Mengakses Informasi Pendidikan lewat Internet. Seiring perkembangan jaman Internet telah merambah sekolah-sekolah setingkat kecamatan,sehingga akses informasipun semakin mudah diperoleh untuk kemajuan pendidikan tiap-tiap sekolah.
Mengakses Informasi Pendidikan lewat Internet. Seiring perkembangan jaman Internet telah merambah sekolah-sekolah setingkat kecamatan,sehingga akses informasipun semakin mudah diperoleh untuk kemajuan pendidikan tiap-tiap sekolah.
2. Bidang Kesehatan
Mempermudah Dokter dan Perawat dalam memonitor kesehatan pasien monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah , memeriksa organ dalam pasien dengan sinar X. Sebagai contoh saat perawatan Almarhum Mantan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, tahun 2008. Dengan teknologi modern bisa memonitor, bahkan menggantikan fungsi organ dalam seperti Jantung, Paru-paru dan Ginjal. Itu merupakan teknologi kesehatan yang digabungkan dengan teknologi Informasi dan Komputer.
3. Bidang Jasa Pengiriman Barang
Kantor Pos bisa mengirimkan dokumen pengiriman barang lebih cepat dan akurat. Dengan adanya komputer dan internet orang tidak lagi menunggu berhari-hari menerima surat, cukup lewat email saja lebih cepat dalam sekejap , jadi dunia menjadi semakin sempit dalam arti bisa diakses sedemikian cepatnya.
Lalu apakah ada dampak negatif dari teknologi? Perkembangan teknologi meliputi beberapa hal yaitu, komputer, handphone, MP3 player, game console, serta media tontonan seperti film dan televisi. Sebagai contoh kecilnya saja, kita lihat dampak negatif dari teknologi komputer.
Adapun dampak teknologi komputer seperti:
1. Pengaruh buruk dari games komputer
Salah satu contoh pengaruh buruknya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, anak ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.
2. Pengaruh buruk dari internet
Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.
Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.
3. Pengaruh terlalu sering bermain komputer
Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial.
Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
* Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer.
* Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke arah yang positif.
* Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia Informasi harusnya lebih aktif dalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Generasi Anak Bangsa.
Sadar atau tidak sadar Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa perubahan besar terhadap Generasi Penerus Bangsa, hanya tinggal kita yang bisa atau tidak membawa perubahan itu ke arah yang positif atau negatif.
Daftar Pustaka:
DR. Munir, M.IT. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung : Alfabeta.
Sabtu, 12 Februari 2011
Perkembangan Kognitif Menurut Piaget dan Vygotsky
Pendidikan harus sesuai dengan perkembangan. Ini berarti pengajaran untuk anak-anak harus dilakukan pada tingkat yang tidak terlalu sulit (sesuai dengan kemampuan si anak) dan tidak terlalu menegangkan atau terlalu mudah bagi anak tsb sehingga belajar tidak menjadi hal yang menjemukan bagi si anak.
Ada 2 tokoh terkenal yang membahas tentang teori perkembangan kognitif utama, yaitu Jean Piaget (1896-1980) dan Lev Vygotsky (1896-1934). Bagaimanakah pembahasan dari kedua tokoh ini? Let's cekidoot..
Teori Piaget
Melalui observasinya, Piaget membagi perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahapan, yaitu:
1. Tahap Sensorimotor (0-2 tahun)
Pada tahap ini bayi membangun pemahaman dunia dg mengoordinasikan pengalaman indrawi dan tindakan fisik. Bayi melangkah maju dari tindakan instingtual dan refleksif saat baru saja lahir ke pemikiran simbolis menjelang akhir tahap ini.
2. Tahap Pra-operasional (2-7 tahun)
Anak mulai merepresentasikan dunia dg kata dan gambar. Kata dan gambar ini merefleksikan peningkatan pemikiran simbolis dan melampaui koneksi informasi indrawi dan tindakan fisik.
3. Tahap Operasional Konkret (7-11 tahun)
Anak kini bisa bernalar secara logis tentang kejadian-kejadian konkret dan mampu mengklasifikasi objek ke dalam kelompok yang berbeda-beda.
4. Tahap Operasional Formal (11 tahun sampai dewasa)
Remaja berpikir secara lebih abstrak, idealistis, dan logis.
Teori Vygotsky
Asumsi Vygotsky:
1. Keahlian kognitif anak dapat dipahami dianalisis dan diinterpretasikan secara developmental.
2. Kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa, dan bentuk diskursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasi aktivitas mental.
3. Kemampuan kognitif berasal dari relasi sosial dan dipengaruhi oleh latar belakang sosiokultural.
Ada satu ide unik dari Vygotsky mengenai zone of proximal development, adalah istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tapi dapat dipelajari dg bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu. Jadi, batas bawah dari ZPD ialah tingkat masalah yang dapat sipecahkan oleh anak seorang diri. Dan batas atasnya adalah tingkat tanggung jawab atau tugas tambahan yang dapat diterima anak dg bantuan dari infrastruktur yang mampu.
Adapun juga istilah scaffolding yang erat kaitannya dg ZPD, scaffolding ialah teknik untuk mengubah level dukungan. Ketika tugas yang akan dipelajari si murid adalah tugas yang baru, maka orang yang lebih ahli dapat menggunakan teknik instruksi langsung. Saat kemampuan murid meningkat, maka semakin sedikit bimbingan yang diberikan.
Sumber Resensi :
Santrock.,J.W (2008).Psikologi Pendidikan (edisi kedua).Jakarta:Prenada Media Group.
Selasa, 01 Februari 2011
Pembahasan 1
Dewasa ini memang banyak sekali para guru yang mengajarkan suatu bidang ilmu yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan keahlian profesinya. Dan hal ini bukan termasuk salah satu cara mengajar yang efektif. Tentu saja hal ini akan berdampak negatif pada murid-murid dalam hal menerima dan memahami ilmu yang disampaikan oleh sang guru.
Contoh kecilnya saja dampak dari hal ini, murid tidak akan mengerti pelajaran yang disampaikan guru dengan baik atau bahkan murid sama sekali tidak mengerti pelajaran yang disampaikan oleh guru. Hal ini dapat berlanjut lebih jauh lagi, seperti murid tidak menyukai pelajaran yang dibawakan oleh guru tersebut atau mungkin bahkan murid akan stres dalam memahami pelajaran tersebut. Tentu saja hal ini sangat tidak baik bagi perkembangan murid dan hal ini juga dapat menghambat proses belajar-mengajar dalam kelas.
Oleh sebab itu, sebaiknya para pihak yang berwenang dalam kasus ini harus lebih selektif lagi dalam menempatkan seorang guru pada mata pelajaran yang sesuai dengan pengetahuan dan keahlian profesionalnya, sehingga tidak terjadi masalah seperti ini.
Daftar Pustaka:
Daftar Pustaka:
Santrock,J.W. 2010. Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Kencana
Pokok Permasalahan 1
Dewasa ini banyak guru yang mengajarkan suatu bidang ilmu yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan keahlian profesionalnya. Padahal hal tersebut merupakan salah satu cara mengajar yang efektif. Jika para guru tahu bagaimana memotivasi, berkomunikasi, dan berhubungan secara efektif dengan murid-murid dari beragam latar belakang kultural, maka akan menghasilkan hasil yang sangat baik. Lalu bagaimana dampak jika seorang guru mengajarkan suatu bidang ilmu yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan keahlian profesionalnya terhadap para murid?
Jumat, 28 Januari 2011
Bab 1 Psikologi Pendidikan : Perangkat untuk Mengajar Secara Efektif
Sejarah Psikologi Pendidikan
Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mendalami tentang pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
Adapun 3 perintis psikologi pendidikan yaitu:
- William James > Ia merekomendasikan mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.
- John Dewey > Ia percaya bahwa anak-anak akan belajar dengan lebih baik jika mereka aktif.
- E.L Thorndike > Ia berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak.
Riset dalam Psikologi Pendidikan
Riset bisa menjadi sumber informasi berharga untuk memahami strategi mengajar. Sebab riset dapat memberikan informasi yang valid tentang cara terbaik untuk mengajar yang bisa membuat Anda menjadi guru yang lebih baik.
Metode Riset
Riset Deskriptif, riset ini bertujuan mengamati dan mencatat perilaku. Riset deskriptif tidak dengan sendirinya bisa membuktikan apa penyebab dari suatu fenomena, tetapi bisa mengungkapkan informasi penting tentang perilaku dan sikap orang. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan dalam riset deskriptif ini antara lain yaitu, observasi, wawancara dan kuesioner, tes standar, studi kasus, studi etnografik.
Riset Korelasional, riset ini bertujuan mendeskripsikan kekuatan hubungan antara dua atau lebih kejadian atau karakteristik, Riset korelasional ini berguna karena semakin kuat hubungan antara dua peristiwa, maka kita bisa memprediksi satu kejadian secara lebih efektif.
Riset Eksperimental, dengan riset ini bisa ditentukan sebab-sebab perilaku. Riset eksperimental adalah satu-satunya metode yang andal untuk menentukan hubungan sebab-akibat.
Rentang Waktu Riset
Riset cross-sectional, mempelajari kelompok orang pada suatu waktu.
Riset longitudinal, mempelajari individu-individu yang sama selama periode tertentu, biasanya beberapa tahun atau lebih.
Riset Evaluasi Program, Riset Aksi, dan Guru sebagai Periset
Riset Evaluasi Program, riset ini didesain untuk membuat keputusan tentang efektivitas suatu program (mcMillan, 2000).
Riset Aksi, riset ini dipakai untuk memecahkan problem kelas atau sekolah yang spesifik, memperbaiki strategi mengajar dan pendidikan, serta untuk membuat keputusan pada lokasi tertentu (Arhar, Holly & Kasten, 2001).
Guru sebagsi Periset, hal ini berarti bahwa guru dapat melakukan studi sendiri untuk meningkatkan praktik mengajar mereka. Beberapa pakar pendidikan percaya bahwa penekanan guru sebagai periset akan memperluas peran guru, mengembangkan sekolah, dan meningkatkan proses mengajar dan proses belajar murid (Cochran-Smith & Lytle, 1990).
Tantangan Riset
- Etika
- Gender
- Etnis dan kultur
Cara Mengevaluasi Informasi
- Berhati-hati terhadap apa yang dilaporkan di media populer.
- Mengetahui cara untuk menghindari membuat kesimpulasn tentang kebutuhan individu berdasarkan riset kelompok.
- Kenali membuat generalisasi yang berlebihan untuk sampai yang kecil atau sampai klinis.
- Berhati-hati karena satu studi tunggal tidak menghasilkan kesimpulan final.
- Ingat bahwa kesimpulan sebab-akibat tidak bisa diambil dari studi korelasional.
- Selalu perhatikan sumber informasi dan evaluasi kredibilitasnya.
Daftar Pustaka:
Santrock, John W.(2007).Psikologi Pendidikan Edisi Kedua.Jakarta:Prenada Media Group
Langganan:
Postingan (Atom)


